Sudaryono B. Eng., M.M, MBA

Ketua DPD Gerindra Jateng

Chairman Traditional Market Traders Association

Enterpreneur

Military Background

Politician

Sudaryono B. Eng., M.M, MBA
Sudaryono B. Eng., M.M, MBA
Sudaryono B. Eng., M.M, MBA
Sudaryono B. Eng., M.M, MBA
Sudaryono B. Eng., M.M, MBA

Ketua DPD Gerindra Jateng

Chairman Traditional Market Traders Association

Enterpreneur

Military Background

Politician

BLOG MAS DAR

Politik Stabilitas Harga Bahan Pokok

February 19, 2023 artikel
Politik Stabilitas Harga Bahan Pokok

Kecenderungan Presiden Joko Widodo mengunjungi pasar tradisional patut diapresiasi. Sikap presiden mengisyaratkan secara tidak langsung agar seluruh kalangan tetap memperhatikan segala sesuatu yang terjadi di pasar tradisional di seluruh Indonesia. Meskipun Presiden Joko Widodo telah menjadi tauladan karena seringnya mengunjungi pasar tradisional, tetapi tantangan untuk selalu berpihak kepada kepentingan pasar tradisional masih saja terasa berat akhir-akhir ini. Perhatikan saja misalnya fenomena Minya Kita yang sempat melampaui harga yang telah ditentukan (HET). Sebab, sejatinya Minya Kita digunakan untuk mengintervensi pasar yang agar dapat menyesuaikan dengan tingkat daya beli rakyat Indonesia.

Demikian halnya dengan beras impor yang sejatinya untuk menunjang stabilisasi kebutuhan di pasar, termasuk pasar tradisional. Lagi-lagi dengan berbagai temuan heboh saat ini masih saja beras impor dioplos dan dikemas merek lain oleh orang yang tidak bertanggung jawab, yang kemudian dipasarkan secara ilegal ke negara negara Indonesia.

Melalui tantangan perberasan atau terkait pangan lainnya, pada posisi ini pula kita patut terus memberi dukungan kepada lembaga pemerintah terkait, apakah itu Kementerian Perdagangan RI, Perum Bulog, Bapenas yang akhir-akhir ini gencar melakukan operasi pasar serta berusaha sedang menguraikan benang kusut terkait tata kelola pangan atau kebutuhan bahan pokok di Indonesia.

Baca Juga: Sudaryono APPSI: Pedagang Keterbatasan Stok Bikin Harga Beras Stabil Tinggi

Benar bahwa keberadaan mafia beras belum seutuhnya lepas dari bayang-bayang perberasan kita, termasuk juga praktik mafia yang mengetahui berbagai bahan pokok yang telah ditetapkan pemerintah. Seiring dengan semangat untuk menciptakan stabilitas harga pahan pokok, dalam arti tidak hanya soal beras, sungguh dipandang strategis pentingnya hadir suatu kesadaran dan kekuatan politik stabilitas harga bahan pokok.

Politik stabilitas harga bahan pokok ini merupakan suatu proses-proses politik yang terpadu dan sinergi dari hulu ke hilir, mulai dari level kebijakan, kondisi pasar hingga kebutuhan rakyat. Politik stabilisasi harga bahan pokok ini menjadi penting, selain membantu pemerintah untuk terus kuat dalam menghadapi praktik mafia, sisi lainnya juga dapat benar-benar menjauhkan tren meningkatnya harga bahan pokok di kalangan masyarakat. Tentunya kolabirasi pemerintaha dengan APPSI dan pedagang pasar adalah kunci dari penguatan politik stabilisasi harga bahan pokok ini.

Pertimbangan gagasan melalui tulisan ini menjadi penting kerena pasar tradisional pernah menjadi saksi betapa tertekannya pedagang pasar tradisional dan konsumennya (rakyat) ketika beberapa harga bahan pokok mengalami ketidakstabilan, dengan tidak menyebutnya terus mengerek dan harga melangit. Pada posisi ini pula, Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) yang saat ini dipercayaakan kepada saya , dengan dukungan pemerintah dan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pedagang pasar, kita selalu siap memberikan hal terbaik untuk keberlangsungan optimalisasi demi terwujudnya stabilisasi harga bahan pokok ke seluruh pelosok tanah air tanpa terkecuali.

Terlebih saat hendak memasuki bulan suci Ramadhan, biasanya pemerintah telah memiliki strategi atau persiapan dalam menghadapinya, namun demikian atas persiapan itu pula terkadang strategi pemerintah masih saja mengalami kendala di lapangan. Sehingga fakta ketidakstabilan harga bahan pokok terus terjadi di setiap bulan Ramadhan.

Baca Juga: Ketua APPSI Ajak Pedagang Berjualan di dalam Pasar

Benar bahwa naik atau turunnya harga bahan pokok pada satu sisi dapat dianggap sebagai suatu keniscayaan dalam praktik ekonomi, terlebih dampak perang Ukraina dan Rusia masih mempengaruhi perekonomian dalam negeri. Sisi lainnya, upaya untuk terus memperkuat agar perkembangan harga bahan pokok mesti terus kita perjuangkan secara bersama-sama. Spirit inilah yang barangkali disebut sebagai penguatan politik stabilisasi harga bahan pokok berbasis gotong-royong. Ada peran optimalisasi kinerja pemerintah di sana, ada kolaborasi dengan pedagang pasar di situ, hingga terbangunnya sebuah ekosistem politik kerjasama dalam mewujudkan sistem politik ekonomi peduli rakyat.

Selama memimpin APPSI, saya melihat, posisi pemerintah Indonesia tampak sedang berada pada sikap penuh komitmen dan terus fokus menyelesaikan persoalan politik dari sisi hulu agar tidak berdampak buruk di sisi hilir. Sebagai asosiasi pedangang pasar, tempatnya berhimpun para pedagang pasar di seluruh Indonesia, kita berada di posisi tengah (tidak terlalu di hulu dan tidak teralu di hilir), namun pada posisi sedemikian APPSI tetap selalu menjadi garda terdepan dalam membantu kinerja pemerintah Indonesia terkait menyukseskan segala program yang berpihak kepada pedagang pasar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.

Demikian sebaliknya, dengan berbagai pengalaman ikut terlibat dalam proses membela pedagang pasar dan menjadi saksi pada kasus kelangkaan minyak goreng pada waktu lalu. Berangkat dengan pengalaman dan kinerja ini pula kita tetap optimis bahwa tatakelola mulai dari beras, kedelai, minyak goreng dan seterusnya akan dapat benar-benar efektif dalam mendorong hadirnya kesejahteraan untuk rakyat. Sebab, dengan berkelanjutannya stabilisasi harga bahan pokok di level pasar tradisional merupakan bagian dari bukti nyata bahwa kesejahteraan rakyat semakin menguat. Atau sebaliknya?

Oleh Sudaryono
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI)

1 Comment

Comments are closed.