Dr. Sudaryono B. Eng., M.M, MBA

Wakil Menteri Pertanian RI

Ketua DPD Gerindra Jateng

Ketua Umum KHTI

Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia

Dr. Sudaryono B. Eng., M.M, MBA
Dr. Sudaryono B. Eng., M.M, MBA
Dr. Sudaryono B. Eng., M.M, MBA
Dr. Sudaryono B. Eng., M.M, MBA
Dr. Sudaryono B. Eng., M.M, MBA

Wakil Menteri Pertanian RI

Ketua DPD Gerindra Jateng

Ketua Umum KHTI

Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia

BLOG MAS DAR

Indonesia Siapkan Ekspor Pupuk Urea ke Empat Negara di Tengah Gejolak Global

April 16, 2026 artikel
Indonesia Siapkan Ekspor Pupuk Urea ke Empat Negara di Tengah Gejolak Global

Indonesia tengah menjajaki rencana ekspor pupuk urea ke empat negara, yaitu India, Filipina, Brasil, dan Australia. Langkah ini diambil di tengah gangguan rantai pasok global yang signifikan.

Gangguan tersebut dipicu oleh penutupan Selat Hormuz, jalur maritim krusial yang berdampak pada distribusi pupuk dunia. Situasi ini telah menyebabkan lonjakan harga pupuk secara drastis di pasar internasional.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan respons strategis Indonesia untuk memanfaatkan potensi produksi domestik. Ini juga menjadi upaya dalam menghadapi kondisi pasar global yang bergejolak.

Potensi Indonesia di Tengah Krisis Global

Selat Hormuz memiliki peran vital sebagai jalur distribusi bagi sekitar sepertiga pasokan pupuk global. Penutupan jalur ini telah menciptakan kelangkaan pasokan yang berujung pada kenaikan harga pupuk urea yang tajam.

Harga pupuk urea, yang sebelumnya berada di kisaran US$600 hingga US$700 per ton, kini telah melonjak hingga mendekati US$900 per ton. Kenaikan harga ini didorong oleh keterbatasan pasokan dan peningkatan permintaan dari negara-negara yang terdampak gangguan maritim.

Indonesia berada dalam posisi strategis karena mampu memproduksi pupuk urea secara mandiri. Ketersediaan gas alam domestik sebagai bahan baku utama menjadi faktor pendukung kapasitas produksi nasional yang kuat.

Prioritas Kebutuhan Domestik dan Kelebihan Produksi

Kapasitas produksi pupuk urea nasional Indonesia mencapai 14,5 juta ton, sementara angka kebutuhan domestik masih di bawah kapasitas tersebut. Kondisi ini menciptakan potensi surplus yang dapat dialokasikan untuk ekspor.

Pemerintah memperkirakan adanya kelebihan produksi pupuk urea sekitar 1,5 juta ton pada tahun 2026. Kelebihan ini akan menjadi alokasi untuk ekspor pupuk urea Indonesia, namun hanya setelah seluruh kebutuhan petani dalam negeri terpenuhi.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan bahwa kebijakan ekspor akan dilaksanakan hanya jika kebutuhan pupuk bagi petani domestik telah tercukupi sepenuhnya. Prioritas utama pemerintah adalah menjaga ketahanan pangan nasional.

Fokus pada ketahanan pangan sangat penting, terutama dalam mengantisipasi dampak gejolak geopolitik dan potensi kekeringan yang disebabkan oleh fenomena El Niño.

BACA JUGA: Dubes Australia Temui Wamentan Jajaki Impor Pupuk dari Indonesia

Write a comment