Sudaryono B. Eng., M.M, MBA

Ketua DPD Gerindra Jateng

Chairman Traditional Market Traders Association

Enterpreneur

Military Background

Politician

Sudaryono B. Eng., M.M, MBA
Sudaryono B. Eng., M.M, MBA
Sudaryono B. Eng., M.M, MBA
Sudaryono B. Eng., M.M, MBA
Sudaryono B. Eng., M.M, MBA

Ketua DPD Gerindra Jateng

Chairman Traditional Market Traders Association

Enterpreneur

Military Background

Politician

BLOG MAS DAR

APPSI Dorong Program Pemberdayaan Pedagang Pasar Rakyat

November 7, 2022 artikel
APPSI Dorong Program Pemberdayaan Pedagang Pasar Rakyat

Jakarta – Salah satu skala prioritas dari program Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) adalah Pemberdayaan para pedagang Pasar Rakyat.

DPW APPSI Jawa Barat melalui DPD APPSI Kota Cimahi terus mendorong terwujudnya program pemberdayaan pedagang pasar melalui pembukaan akses dan memfasilitasi penyaluran KUR untuk para pedagang pasar.

“Pelaksanaan program dilakukan dengan cara langsung turun ke pasar pasar yang ada di Kota Cimahi, antara pengurus APPSI Cimahi dengan Bank Fasilitator KUR yaitu BANK DKI Jakarta, dan direncanakan dapat diselesaikan dalam kurun waktu dua minggu, minimal untuk empat pasar besar yang ada di Kota Cimahi, yaitu Pasar Antri, Pasar Atas, Pasar Cibeureum dan Pasar Baros,” Kata Ketua Umum DPP APPSI, Sudaryono.

Baca Juga: Tentang Sudaryono

Menurut sekretaris APPSI Kota Cimahi Ikun Sadikun, bahwa APPSI Kota Cimahi mentargetkan minimal 50 % dari para pedagang pasar. “Diharapkan dapat memperoleh fasilitas KUR ini guna meningkatkan kemampuan permodalannya setelah habis tergerus akibat dipakai untuk menutupi kebutuhan sehari-harinya selama masa covid 19 mewabah,” Jelas Ikun.

Pada kesempatan terpisah, Ketua DPW APPSI Jawa Barat Nandang Sudrajat memberikan arahan kepada APPSI Kota Cimahi, agar terus melakukan pengawalan sampai masa cicilan selesai agar para pedagang dengan rutin memenuhi kewajiban cicilannya, sehingga tidak ada kredit macet.

“Karena melalui program KUR tersebut, pedagang berkesempatan memperoleh sumber biaya modal yang murah tanpa agunan,” Tegas Nandang.

Dengan demikian, program tersebut diharapkan bisa bermuara pada meningkatnya daya saing para pedagang, yang biasanya jatuh ke tangan rentenir dalam memenuhi kebutuhan modalnya dengan jasa pinjaman sebesar 10% per bulan. “Sedangkan KUR hanya 6% per bulan. Jadi tolong manfaatkan kesempatan ini dan patuhi aturannya,” Pungkas Nandang.

Taggs:
5 Comments

Comments are closed.